Awal perkembangan video game bermula pada tabung sinar katoda berbasis pertahanan peluru kendali sistem pada akhir 1940-an. Program-program ini kemudian diadaptasikan kedalam permainan sederhana di era tahun 1950-an. Pada akhir tahun 1950 hingga 1960, semakin banyak permainan komputer yang dikembangkan, terutama di komputer mainframe. Secara bertahap, tingkat kecanggihan dan kompleksitas game semakin bertambah. Setelah periode ini, video game terbagi menjadi berbagai platform, seperti arcade, mainframe, konsol, PC, dan kemudian handheld seperti ponsel.
Perusahaan komersial pertama konsol permainan video adalah Computer Space pada 1971. Tapi perusahaan ini tidak bertahan akibat banjir dari video game yang datang ke pasar, yang mengakibatkan keruntuhan total industri game konsol di seluruh dunia, yang akhirnya menggeser dominasi pasar dari Amerika Utara ke Jepang. Namun hal ini hanya mempengaruhi pasar game konsol, sebagian besar pasar game komputer tidak terpengaruh. Generasi selanjutnya dari konsol video game terus didominasi oleh perusahaan-perusahaan Jepang. Walaupun beberapa usaha telah dilakukan oleh perusahaan di Amerika Utara dan Eropa, namun tidak berhasil.
Perkembangan teknologi berpengaruh besar terhadap perkembangan game saat ini, dimana perubahannya akhir-akhir ini semakin pesat. Pada sekitar awal tahun 80-an terjadi persaingan ketat antar perusahaan game dalam memasarkan produknya. Game yang populer dengan nama video game, dapat dimainkan oleh satu atau dua orang pemain pada sebuah console. Pesawat televisi dibutuhkan sebagai media tampilan. Jenis game pada masa juga masih sangat sederhana dengan grafik yang masih kasar. Perusahaan game yang terkenal pada saat itu adalah Atari, Sega dan Nintendo.
Video game merupakan bentuk dari multimedia interaktif yang digunakan untuk sarana hiburan. Game ini dimainkan dengan menggunakan sebuah alat kontroler yang bisa digenggam oleh tangan dan tersambung ke sebuah konsol game. Kontroler ini memiliki beberapa tombol sebagai yang berfungsi untuk berinteraksi dan mengendalikan gambar-gambar di layar. Game ini dimainkan dengan memasukkan kaset game kedalam konsol, yang berupa keping CD atau cartridge.
Di dalam konsol game kita menemukan adanya lingkungan bermain game yang lebih sederhana dibanding pemain di PC game, seperti jumlah pemain misalnya, dimana pada PC kita mengenal banyak game online yang dapat dimainkan lebih dari 2 orang pada waktu yang sama tanpa dibatasi oleh jarak. Selain itu juga terdapat fitur berbeda-beda pada joystick, namun perbedaan lingkungan game ini bukan diakibatkan oleh keterbatasan fitur dari joystick, tapi karena keterbatasan teknologi di dalam perangkat keras pada konsol, serta output resolusi visual yang secara potensial lebih rendah dibandingkan PC.
Seperti kita ketahui, pada setiap PC umumnya terdapat sebuah keyboard dan mouse yang bisa digunakan dalam permainan game yang lebih kompleks. Gambar grafik yang ditampilkan di PC game juga lebih hidup dan tajam, namun hal ini tergantung dari video card yang digunakan pada mainboard komputer. Semakin canggih dan besar kapasitas memori video cardnya, maka semakin baik juga resolusi dan akselerasi grafisnya. Sedangkan game konsol biasanya dimainkan di televisi, dimana ketajaman gambar lebih rendah dan game biasanya dimainkan dari jarak agak jauh, tergantung dari besarnya televisi. Jenis game yang tersedia untuk sebuah game berbasis konsol ditentukan dari tuntutan pasar dan tren yang beredar. Menurut anggapan banyak orang, game konsol lebih dianggap sebagai mainan anak kecil, sedangkan PC adalah mainan untuk mereka yang lebih dewasa. Karena itu, beberapa tahun lalu game konsol lebih banyak mengeluarkan game yang lebih sederhana, sedangkan PC game lebih didominasi ke genre yang lebih berat.
Dengan adanya perkembangan konsol game diantara pasar orang dewasa, perbedaannya dengan PC semakin lama semakin berkurang. Akhir-akhir ini games bergenre strategi, role-playing, dan simulasi, walau tidak sebanyak di PC, sudah bisa ditemukan pada game konsol. Awalnya, jika kita bermain sendiri di PC, yang menjadi lawan kita adalah komputer itu sendiri. Tetapi dengan sistem jaringan, kita bisa melawan orang lain pada komputer yang terpisah, yang lebih dikenal dengan istilah multiplayer. Untuk dapat memainkannya, kita harus menghubungkan PC ke sekelompok PC lain yang saling terhubung. Multiplayer game bisa dimainkan dengan jaringan lokal tanpa akses internet, tetapi bisa juga dengan menggunakan akses internet. Multiplayer game yang tidak membutuhkan akses internet disebut juga sebagai LAN game, dan yang membutuhkan akses internet disebut online game.
Game berarti hiburan. Permainan game merujuk pada pengertian sebagai kelincahan intelektual. Sementara, kata game bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai oleh pemainnya, yang juga merupakan tujuan dari game tersebut. Kelincahan intelektual pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal. Menurut Alan Shiu Ho Kwan pada tahun 2000, setidaknya ada enam faktor yang melatari seseorang bermain games, yaitu :
- Adanya tawaran kebebasan,
- Keberagaman pilihan,
- Daya tarik elemen-elemen game,
- Interface game
- Tantangan dan,
- Aksesibilitasnya.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh manusia pasti pernah bermain, bahkan menyukai game. Perkembangan games sangat pesat. Game yang pertama kali diciptakan hanya berupa permainan tenis pada Osiloskop. Kemudian game terus berkembangan hingga saat ini terdapat games 3 Dimensi, yang bahkan sekarang tidak hanya dibatasi oleh ruang dan waktu, yaitu game online yang mayoritas disukai oleh para pelajar, dan bahkan konsol game portable yang bisa dibawa kemana-mana.
Game sebenarnya sangat penting untuk perkembangan otak manusia. Seorang manusia akan mulai berpikir jika sudah berhadapan dengan suatu masalah. Pada game, kita dihadapkan dengan berbagai macam masalah, dan kita diharuskan untuk menyelesaikannya, sehingga kita dapat memenangkan game tersebut. Namun dibaliknya, terdapat ancaman yang hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi para pemain, yaitu kecanduan. Masalah tersebut justru membuat para pengelola industri games senang, karena produk yang mereka tawarkan menjadi laris. Tetapi tidak bagi para pemain yang sudah kecanduan, mereka menjadi terikat dan sulit untuk melepaskan diri dari ketergantungan untuk terus memainkan games favorit mereka, dengan frekuensi permainan yang dapat menggangu kegiatan lainnya. Mereka bisa lupa segala-galanya akan tugas mereka yang lain termasuk tugas menuntut ilmu
Berikut adalah generasi perkembangan dalam dunia game :
Generasi Pertama
Pada tahun 1952, A.S. Douglas menciptakan permainan grafis pertama, yaitu Tic-Tac-Toe. Game tersebut diprogram pada komputer EDSAC vaccuum-Tube. Pada generasi ini ditemukan game pertama yang dimainkan pada televisi, yang diberi diberi nama Chase oleh Ralph Bear. Pada tahun 1972, Ralph Bear membuat game consol pertama yang diberi nama Maganavox Odyssey. Game yang dimainkan pada saat itu adalah PONG.
Generasi Ke-2
Dalam sejarah komputer dan video game, generasi kedua atau biasa disebut sebagai awal era 8 bit, dimulai pada tahun 1976 dengan merilis Fairchild Channel F dan Radofin 1292 Advanced Programmable Video sistem. Pada pertengahan tahun 1970-an ini kemajuan CPU mulai dimanfaatkan, dengan penggunaan catridge sebagai dasar konsol game. Konsol-konsol game digenerasi ini yang terkenal adalah Atari 2600 atau VCS (Video Computer System), dan terdapat pula console game yang lain yaitu Intellivision dan Colecovision.
Generasi Ke-3
Generasi ini dimulai pada tahun 1983 dengan dipasarkannya Family Computer (FAMICOM) di Jepang, kemudian dikenal sebagai Nintendo Entertainment System di seluruh dunia. NES mempunyai saingan yaitu Sega Master System yang dibuat di Amerika dengan sistem 16-bit. Generasi ini didominasi oleh NES, dan terjadi perang konsol game yang pertama Nintendo dengan SEGA.
Generasi Ke-4
Biasa disebut dengan era 16 bit, dimulai pada tanggal 30 Oktober 1987 dengan dirilisnya Nippon Electric Company PC Engine, namun di era ini tetap didominasi oleh persaingan antara Nintendo dan Sega. Pada generasi ini NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, namun Sega mencoba menyainginya dengan mengeluarkan MegaDrive pada tahun 1988 atau lebih dikenal dengan nama Sega Genesis. Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES, tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi. Pada 1990, Nintendo mengeluarkan, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Ada beberapa produsen lain seperti SNK dengan NeoGeo, kemudian NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, namun mereka tidak dapat menyaingi Nintendo dan Sega.
Generasi Ke-5
Lebih dikenal sebagai era konsol 32 bit. Generasi ini berlangsung dari tahun 1993 sampai 2002 dan didominasi oleh tiga konsol, yaitu Sega Saturn (1994), Sony PlayStation (1994), dan Nintendo 64 (1996). Disini Game sudah tidak lagi menggunakan catridge yang dimasukan kedalam slot, tetapi sudah menggunakan CD untuk memainkan gamenya. Konsol game yang paling populer pada generasi ini adalah Sony Playstation
Generasi Ke-6
Generasi ini ditandai dengan munculnya konsol-konsol game next generation dari masing-masing perusahaan seperti SONY (PlayStation 2), SEGA (DreamCast), Nintendo (GameCube), serta munculnya satu lagi konsol game baru yang diluncurkan oleh Microsoft yang diberi nama Xbox. Generasi ini dimulai pada saat tanggal 27 November 1998 dengan dirilisnya DreamCast, selanjutnya dikeluarkannya console PlayStation 2 saat Maret 2000. Untuk console Gamecube dan Xbox mulai dipasarkan sekitar bulan September dan November. Konsol-konsol tersebut sudah menggunakan media DVD untuk game, kecuali DreamCast yang menggunakan GD-ROM, yaitu disc khusus berkapasitas 1GB. Perusahaan tersebut saling bersaing, dan perang konsol game ini akhirnya mengakibatkan jatuhnya perusahaan konsol SEGA yang tidak dapat lagi meneruskan DreamCast mereka dan lebih memilih untuk berkonsentrasi dibidang pembuatan software game.
Generasi Ke-7
Generasi ini dimulai dari 22 November 2005. Dikarenakan semakin canggihnya teknologi di bidang teknologi, maka kemudian 3 perusahaan konsol terbesar (Sony, Nintendo, dan Microsoft) mengeluarkan kembali konsol next-generation mereka. Sony mengeluarkan konsol next-gen yang diberi nama Playstation 3 pada 11 November 2006, lalu Nintendo dengan Nintendo Wii pada 19 November 2006, dan Microsoft dengan Xbox 360. Pada generasi ini semakin dikembangkan sistem permainan online, dimana seluruh console tersebut memiliki fasilitas “broadband-ready”. Disini mulai diperkenalkan teknologi game yang terbaru, Sebagai contoh Xbox 360 dan Playstation 3 menawarkan grafik dengan kualitas tinggi, dan Nintendo Wii menggunakan sensor gerak.
Tekonologi game online dimulai dari penemuan metode networking komputer pada tahun 70-an oleh militer di Amerika. Dari konsep inilah dikembangkan berbagai fitur baru, termasuk dalam game. Awalnya jaringan yang digunakan masih Lokal Area Network (LAN). Saat ini kita sudah menggunakan jaringan yang lebih luas melalui jalur internet yang bisa diakses via nirkabel.
Berbeda dengan game biasa, di game online kita harus mendaftar terlebih dahulu, sehingga kita dapat dikenal di dunia tersebut melalui identitas yang kita masukkan saat mendaftar. Tidak semua games online dapat dimainkan secara gratis, beberapa di antaranya ada yang memerlukan registrasi yang memerlukan sejumlah biaya, seperti halnya pengisian pulsa pada nomor ponsel kita.
Banyak sekali jumlah game online yang dapat dimainkan. Salah satu game yang sangat terkenal dan digandrungi di seluruh dunia hingga sekarang adalah Ragnarok Online, sebuah game yang diangkat dari komik berjudul sama. Ragnarok sangat digemari karena menawarkan kekuasaan penuh atas karakter yang kita gunakan dan memberikan banyak pilihan, ingin menjadi seperti apakah karakter kita. Pemain dapat menciptakan karakter sesuai dengan keinginan, bahkan terkadang sifat pemain dapat tercermin dalam karakter yang diciptakannya. Bila dalam game offline kita hanya dapat bermain dengan orang yang terbatas, melalui game online kita dapat bermain bersama dengan begitu banyak orang. Dengan begitu mewabahnya game online, ini membuat para pengusaha warung internet atau biasa disebut warnet memanfaatkannya sebagai salah satu penarik minat gamers untuk mengunjungi tempat mereka, terutama pelajar dan mahasiswa.
Game juga memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif bermain game yaitu :
- Dalam game biasanya disimulasikan hal yang dapat juga digunakan dalam kehidupan, misalnya game-game bergenre strategi yang tentunya akan mengasah kemampuan seseorang dalam mengatur strategi mengenai apa dan bagaimana ia harus mengatur segala sesuatunya sehingga apa yang ia rencanakan pasti akan sukses. Contoh lain misalnya game dengan tema perdagangan, yang tentunya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
- Game juga dapat mengasah kemampuan berbahasa seseorang, seperti bahasa Inggris misalnya. Pada game online internasional, bahasa yang umum digunakan adalah bahasa Inggris, sehingga orang-orang disana pastinya berkomunikasi satu dengan lainnya menggunakan bahasa Inggris juga. Komunikasi ini pada umumnya dilakukan dengan mengetik, sehingga secara langsung game online meningkatkan kemampuan mengetik kita juga.
- Para gamer memiliki daya konsentrasi tinggi yang memungkinkan mereka mampu menuntaskan beberapa tugas dengan cepat, juga terbukti bahwa game dapat meningkatkan kinerja otak dan memacu otak dalam menerima cerita. Hal ini sama dengan belajar, bermain game secara tidak berlebihan dapat meningkatkan kinerja otak, bahkan menghasilkan kapasitas jenuh yang lebih sedikit dibandingkan dengan belajar dan membaca buku.
- Penelitian di Rochester University mengungkapkan bahwa anak-anak yang memainkan game action secara
teratur akan memiliki ketajaman mata yang lebih cepat daripada mereka yang tidak terbiasa bermain game. Psikolog di Finland University juga menyatakan bahwa video game bisa membantu anak-anak untuk meningkatkan kemampuan membaca mereka.
- Mark Griffiths, seorang profesor di Nottingham Trent University, Inggris, menyatakan bahwa dengan bermain game dapat meringankan dan bahkan mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang diderita oleh seorang anak yang sedang dalam masa perawatan, misalnya seperti kemoterapi. Dengan bermain game, rasa sakit akan berkurang dan tensi darah pun akan menurun. Selain itu, menurutnya bermain game juga baik untuk fisioterapi anak-anak yang mengalami cedera tangan.
Game juga memiliki dampak buruk :
- Game dapat membuat seseorang menjadi ketagihan, yang membuat mereka terus bermain game dalam waktu yang lama dan melupakan hal lain. Karena setiap game pastinya memiliki tujuan akhir yang bermacam-macam, sehingga orang akan berusaha untuk menyelesaikan game tersebut dan melihat bagaimana game itu akan berakhir, bahkan mengulanginya meskipun sudah tamat.
- Pemborosan uang, khususnya pada game online. Beberapa pemain bahkan rela mengeluarkan banyak uang demi game yang dimainkannya, seperti membeli barang-barang eksklusif didalam game untuk menjadi yang terbaik, namun persaingan akan membuat yang lain juga merasa tidak ingin kalah, dan mengeluarkan uang lenbih banyak lagi untuk melampaui yang terbaik.
- Dapat menggangu kesehatan. Dengan hanya melakukan kegiatan pasif diam duduk didepan komputer berjam-jam berhari-hari dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan, mulai dari gangguan mata akibat efek radiasi monitor, kepala pusing karena kurang tidur, bau badan nyengat karena jarang mandi, sakit maag karena pola makan tidak teratur, bahkan obesitas karena mengonsumsi snack tanpa aktivitas gerak yang cukup.
Pada era perkembangan video game yang semakin canggih ini boleh-boleh saja jika kita ingin bermain game, namun harus diingat bahwa melakukan sesuatu secara berlebihan tentunya akan membawa dampak yang buruk, terutama bagi kesehatan. Oleh karena itu harus diingat bahwa kita harus menyeimbangkan waktu antara kapan kita boleh bermain game, dan kapan kita harus berhenti bermain game untuk melakukan aktivitas lainnya.
Referensi :
http://galihadi.ngeblogs.com/
http://g2hcombro.wordpress.com/sejarah-perkembangan-game/
http://hellisfun.wordpress.com/2010/02/11/perkembangan-dunia-game/
http://tugasblogmafr.blogspot.com/2011/06/perkembangan-game-yang-berdampak-pada.html
http://forumcommunity.the-up.com/t56-apa-saja-dampak-negatif-positif-bermain-game-online/
http://www.duniaku.net/2011/05/23/pentingnya-mengenalkan-perkembangan-game-di-dunia-pendidikan/
Perusahaan komersial pertama konsol permainan video adalah Computer Space pada 1971. Tapi perusahaan ini tidak bertahan akibat banjir dari video game yang datang ke pasar, yang mengakibatkan keruntuhan total industri game konsol di seluruh dunia, yang akhirnya menggeser dominasi pasar dari Amerika Utara ke Jepang. Namun hal ini hanya mempengaruhi pasar game konsol, sebagian besar pasar game komputer tidak terpengaruh. Generasi selanjutnya dari konsol video game terus didominasi oleh perusahaan-perusahaan Jepang. Walaupun beberapa usaha telah dilakukan oleh perusahaan di Amerika Utara dan Eropa, namun tidak berhasil.
Perkembangan teknologi berpengaruh besar terhadap perkembangan game saat ini, dimana perubahannya akhir-akhir ini semakin pesat. Pada sekitar awal tahun 80-an terjadi persaingan ketat antar perusahaan game dalam memasarkan produknya. Game yang populer dengan nama video game, dapat dimainkan oleh satu atau dua orang pemain pada sebuah console. Pesawat televisi dibutuhkan sebagai media tampilan. Jenis game pada masa juga masih sangat sederhana dengan grafik yang masih kasar. Perusahaan game yang terkenal pada saat itu adalah Atari, Sega dan Nintendo.
Video game merupakan bentuk dari multimedia interaktif yang digunakan untuk sarana hiburan. Game ini dimainkan dengan menggunakan sebuah alat kontroler yang bisa digenggam oleh tangan dan tersambung ke sebuah konsol game. Kontroler ini memiliki beberapa tombol sebagai yang berfungsi untuk berinteraksi dan mengendalikan gambar-gambar di layar. Game ini dimainkan dengan memasukkan kaset game kedalam konsol, yang berupa keping CD atau cartridge.
Di dalam konsol game kita menemukan adanya lingkungan bermain game yang lebih sederhana dibanding pemain di PC game, seperti jumlah pemain misalnya, dimana pada PC kita mengenal banyak game online yang dapat dimainkan lebih dari 2 orang pada waktu yang sama tanpa dibatasi oleh jarak. Selain itu juga terdapat fitur berbeda-beda pada joystick, namun perbedaan lingkungan game ini bukan diakibatkan oleh keterbatasan fitur dari joystick, tapi karena keterbatasan teknologi di dalam perangkat keras pada konsol, serta output resolusi visual yang secara potensial lebih rendah dibandingkan PC.
Seperti kita ketahui, pada setiap PC umumnya terdapat sebuah keyboard dan mouse yang bisa digunakan dalam permainan game yang lebih kompleks. Gambar grafik yang ditampilkan di PC game juga lebih hidup dan tajam, namun hal ini tergantung dari video card yang digunakan pada mainboard komputer. Semakin canggih dan besar kapasitas memori video cardnya, maka semakin baik juga resolusi dan akselerasi grafisnya. Sedangkan game konsol biasanya dimainkan di televisi, dimana ketajaman gambar lebih rendah dan game biasanya dimainkan dari jarak agak jauh, tergantung dari besarnya televisi. Jenis game yang tersedia untuk sebuah game berbasis konsol ditentukan dari tuntutan pasar dan tren yang beredar. Menurut anggapan banyak orang, game konsol lebih dianggap sebagai mainan anak kecil, sedangkan PC adalah mainan untuk mereka yang lebih dewasa. Karena itu, beberapa tahun lalu game konsol lebih banyak mengeluarkan game yang lebih sederhana, sedangkan PC game lebih didominasi ke genre yang lebih berat.
Dengan adanya perkembangan konsol game diantara pasar orang dewasa, perbedaannya dengan PC semakin lama semakin berkurang. Akhir-akhir ini games bergenre strategi, role-playing, dan simulasi, walau tidak sebanyak di PC, sudah bisa ditemukan pada game konsol. Awalnya, jika kita bermain sendiri di PC, yang menjadi lawan kita adalah komputer itu sendiri. Tetapi dengan sistem jaringan, kita bisa melawan orang lain pada komputer yang terpisah, yang lebih dikenal dengan istilah multiplayer. Untuk dapat memainkannya, kita harus menghubungkan PC ke sekelompok PC lain yang saling terhubung. Multiplayer game bisa dimainkan dengan jaringan lokal tanpa akses internet, tetapi bisa juga dengan menggunakan akses internet. Multiplayer game yang tidak membutuhkan akses internet disebut juga sebagai LAN game, dan yang membutuhkan akses internet disebut online game.
Game berarti hiburan. Permainan game merujuk pada pengertian sebagai kelincahan intelektual. Sementara, kata game bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai oleh pemainnya, yang juga merupakan tujuan dari game tersebut. Kelincahan intelektual pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal. Menurut Alan Shiu Ho Kwan pada tahun 2000, setidaknya ada enam faktor yang melatari seseorang bermain games, yaitu :
- Adanya tawaran kebebasan,
- Keberagaman pilihan,
- Daya tarik elemen-elemen game,
- Interface game
- Tantangan dan,
- Aksesibilitasnya.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh manusia pasti pernah bermain, bahkan menyukai game. Perkembangan games sangat pesat. Game yang pertama kali diciptakan hanya berupa permainan tenis pada Osiloskop. Kemudian game terus berkembangan hingga saat ini terdapat games 3 Dimensi, yang bahkan sekarang tidak hanya dibatasi oleh ruang dan waktu, yaitu game online yang mayoritas disukai oleh para pelajar, dan bahkan konsol game portable yang bisa dibawa kemana-mana.
Game sebenarnya sangat penting untuk perkembangan otak manusia. Seorang manusia akan mulai berpikir jika sudah berhadapan dengan suatu masalah. Pada game, kita dihadapkan dengan berbagai macam masalah, dan kita diharuskan untuk menyelesaikannya, sehingga kita dapat memenangkan game tersebut. Namun dibaliknya, terdapat ancaman yang hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi para pemain, yaitu kecanduan. Masalah tersebut justru membuat para pengelola industri games senang, karena produk yang mereka tawarkan menjadi laris. Tetapi tidak bagi para pemain yang sudah kecanduan, mereka menjadi terikat dan sulit untuk melepaskan diri dari ketergantungan untuk terus memainkan games favorit mereka, dengan frekuensi permainan yang dapat menggangu kegiatan lainnya. Mereka bisa lupa segala-galanya akan tugas mereka yang lain termasuk tugas menuntut ilmu
Berikut adalah generasi perkembangan dalam dunia game :
Generasi Pertama
Pada tahun 1952, A.S. Douglas menciptakan permainan grafis pertama, yaitu Tic-Tac-Toe. Game tersebut diprogram pada komputer EDSAC vaccuum-Tube. Pada generasi ini ditemukan game pertama yang dimainkan pada televisi, yang diberi diberi nama Chase oleh Ralph Bear. Pada tahun 1972, Ralph Bear membuat game consol pertama yang diberi nama Maganavox Odyssey. Game yang dimainkan pada saat itu adalah PONG.
Generasi Ke-2
Dalam sejarah komputer dan video game, generasi kedua atau biasa disebut sebagai awal era 8 bit, dimulai pada tahun 1976 dengan merilis Fairchild Channel F dan Radofin 1292 Advanced Programmable Video sistem. Pada pertengahan tahun 1970-an ini kemajuan CPU mulai dimanfaatkan, dengan penggunaan catridge sebagai dasar konsol game. Konsol-konsol game digenerasi ini yang terkenal adalah Atari 2600 atau VCS (Video Computer System), dan terdapat pula console game yang lain yaitu Intellivision dan Colecovision.
Generasi Ke-3
Generasi ini dimulai pada tahun 1983 dengan dipasarkannya Family Computer (FAMICOM) di Jepang, kemudian dikenal sebagai Nintendo Entertainment System di seluruh dunia. NES mempunyai saingan yaitu Sega Master System yang dibuat di Amerika dengan sistem 16-bit. Generasi ini didominasi oleh NES, dan terjadi perang konsol game yang pertama Nintendo dengan SEGA.
Generasi Ke-4
Biasa disebut dengan era 16 bit, dimulai pada tanggal 30 Oktober 1987 dengan dirilisnya Nippon Electric Company PC Engine, namun di era ini tetap didominasi oleh persaingan antara Nintendo dan Sega. Pada generasi ini NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, namun Sega mencoba menyainginya dengan mengeluarkan MegaDrive pada tahun 1988 atau lebih dikenal dengan nama Sega Genesis. Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES, tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi. Pada 1990, Nintendo mengeluarkan, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Ada beberapa produsen lain seperti SNK dengan NeoGeo, kemudian NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, namun mereka tidak dapat menyaingi Nintendo dan Sega.
Generasi Ke-5
Lebih dikenal sebagai era konsol 32 bit. Generasi ini berlangsung dari tahun 1993 sampai 2002 dan didominasi oleh tiga konsol, yaitu Sega Saturn (1994), Sony PlayStation (1994), dan Nintendo 64 (1996). Disini Game sudah tidak lagi menggunakan catridge yang dimasukan kedalam slot, tetapi sudah menggunakan CD untuk memainkan gamenya. Konsol game yang paling populer pada generasi ini adalah Sony Playstation
Generasi Ke-6
Generasi ini ditandai dengan munculnya konsol-konsol game next generation dari masing-masing perusahaan seperti SONY (PlayStation 2), SEGA (DreamCast), Nintendo (GameCube), serta munculnya satu lagi konsol game baru yang diluncurkan oleh Microsoft yang diberi nama Xbox. Generasi ini dimulai pada saat tanggal 27 November 1998 dengan dirilisnya DreamCast, selanjutnya dikeluarkannya console PlayStation 2 saat Maret 2000. Untuk console Gamecube dan Xbox mulai dipasarkan sekitar bulan September dan November. Konsol-konsol tersebut sudah menggunakan media DVD untuk game, kecuali DreamCast yang menggunakan GD-ROM, yaitu disc khusus berkapasitas 1GB. Perusahaan tersebut saling bersaing, dan perang konsol game ini akhirnya mengakibatkan jatuhnya perusahaan konsol SEGA yang tidak dapat lagi meneruskan DreamCast mereka dan lebih memilih untuk berkonsentrasi dibidang pembuatan software game.
Generasi Ke-7
Generasi ini dimulai dari 22 November 2005. Dikarenakan semakin canggihnya teknologi di bidang teknologi, maka kemudian 3 perusahaan konsol terbesar (Sony, Nintendo, dan Microsoft) mengeluarkan kembali konsol next-generation mereka. Sony mengeluarkan konsol next-gen yang diberi nama Playstation 3 pada 11 November 2006, lalu Nintendo dengan Nintendo Wii pada 19 November 2006, dan Microsoft dengan Xbox 360. Pada generasi ini semakin dikembangkan sistem permainan online, dimana seluruh console tersebut memiliki fasilitas “broadband-ready”. Disini mulai diperkenalkan teknologi game yang terbaru, Sebagai contoh Xbox 360 dan Playstation 3 menawarkan grafik dengan kualitas tinggi, dan Nintendo Wii menggunakan sensor gerak.
Tekonologi game online dimulai dari penemuan metode networking komputer pada tahun 70-an oleh militer di Amerika. Dari konsep inilah dikembangkan berbagai fitur baru, termasuk dalam game. Awalnya jaringan yang digunakan masih Lokal Area Network (LAN). Saat ini kita sudah menggunakan jaringan yang lebih luas melalui jalur internet yang bisa diakses via nirkabel.
Berbeda dengan game biasa, di game online kita harus mendaftar terlebih dahulu, sehingga kita dapat dikenal di dunia tersebut melalui identitas yang kita masukkan saat mendaftar. Tidak semua games online dapat dimainkan secara gratis, beberapa di antaranya ada yang memerlukan registrasi yang memerlukan sejumlah biaya, seperti halnya pengisian pulsa pada nomor ponsel kita.
Banyak sekali jumlah game online yang dapat dimainkan. Salah satu game yang sangat terkenal dan digandrungi di seluruh dunia hingga sekarang adalah Ragnarok Online, sebuah game yang diangkat dari komik berjudul sama. Ragnarok sangat digemari karena menawarkan kekuasaan penuh atas karakter yang kita gunakan dan memberikan banyak pilihan, ingin menjadi seperti apakah karakter kita. Pemain dapat menciptakan karakter sesuai dengan keinginan, bahkan terkadang sifat pemain dapat tercermin dalam karakter yang diciptakannya. Bila dalam game offline kita hanya dapat bermain dengan orang yang terbatas, melalui game online kita dapat bermain bersama dengan begitu banyak orang. Dengan begitu mewabahnya game online, ini membuat para pengusaha warung internet atau biasa disebut warnet memanfaatkannya sebagai salah satu penarik minat gamers untuk mengunjungi tempat mereka, terutama pelajar dan mahasiswa.
Game juga memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif bermain game yaitu :
- Dalam game biasanya disimulasikan hal yang dapat juga digunakan dalam kehidupan, misalnya game-game bergenre strategi yang tentunya akan mengasah kemampuan seseorang dalam mengatur strategi mengenai apa dan bagaimana ia harus mengatur segala sesuatunya sehingga apa yang ia rencanakan pasti akan sukses. Contoh lain misalnya game dengan tema perdagangan, yang tentunya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
- Game juga dapat mengasah kemampuan berbahasa seseorang, seperti bahasa Inggris misalnya. Pada game online internasional, bahasa yang umum digunakan adalah bahasa Inggris, sehingga orang-orang disana pastinya berkomunikasi satu dengan lainnya menggunakan bahasa Inggris juga. Komunikasi ini pada umumnya dilakukan dengan mengetik, sehingga secara langsung game online meningkatkan kemampuan mengetik kita juga.
- Para gamer memiliki daya konsentrasi tinggi yang memungkinkan mereka mampu menuntaskan beberapa tugas dengan cepat, juga terbukti bahwa game dapat meningkatkan kinerja otak dan memacu otak dalam menerima cerita. Hal ini sama dengan belajar, bermain game secara tidak berlebihan dapat meningkatkan kinerja otak, bahkan menghasilkan kapasitas jenuh yang lebih sedikit dibandingkan dengan belajar dan membaca buku.
- Penelitian di Rochester University mengungkapkan bahwa anak-anak yang memainkan game action secara
teratur akan memiliki ketajaman mata yang lebih cepat daripada mereka yang tidak terbiasa bermain game. Psikolog di Finland University juga menyatakan bahwa video game bisa membantu anak-anak untuk meningkatkan kemampuan membaca mereka.
- Mark Griffiths, seorang profesor di Nottingham Trent University, Inggris, menyatakan bahwa dengan bermain game dapat meringankan dan bahkan mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang diderita oleh seorang anak yang sedang dalam masa perawatan, misalnya seperti kemoterapi. Dengan bermain game, rasa sakit akan berkurang dan tensi darah pun akan menurun. Selain itu, menurutnya bermain game juga baik untuk fisioterapi anak-anak yang mengalami cedera tangan.
Game juga memiliki dampak buruk :
- Game dapat membuat seseorang menjadi ketagihan, yang membuat mereka terus bermain game dalam waktu yang lama dan melupakan hal lain. Karena setiap game pastinya memiliki tujuan akhir yang bermacam-macam, sehingga orang akan berusaha untuk menyelesaikan game tersebut dan melihat bagaimana game itu akan berakhir, bahkan mengulanginya meskipun sudah tamat.
- Pemborosan uang, khususnya pada game online. Beberapa pemain bahkan rela mengeluarkan banyak uang demi game yang dimainkannya, seperti membeli barang-barang eksklusif didalam game untuk menjadi yang terbaik, namun persaingan akan membuat yang lain juga merasa tidak ingin kalah, dan mengeluarkan uang lenbih banyak lagi untuk melampaui yang terbaik.
- Dapat menggangu kesehatan. Dengan hanya melakukan kegiatan pasif diam duduk didepan komputer berjam-jam berhari-hari dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan, mulai dari gangguan mata akibat efek radiasi monitor, kepala pusing karena kurang tidur, bau badan nyengat karena jarang mandi, sakit maag karena pola makan tidak teratur, bahkan obesitas karena mengonsumsi snack tanpa aktivitas gerak yang cukup.
Pada era perkembangan video game yang semakin canggih ini boleh-boleh saja jika kita ingin bermain game, namun harus diingat bahwa melakukan sesuatu secara berlebihan tentunya akan membawa dampak yang buruk, terutama bagi kesehatan. Oleh karena itu harus diingat bahwa kita harus menyeimbangkan waktu antara kapan kita boleh bermain game, dan kapan kita harus berhenti bermain game untuk melakukan aktivitas lainnya.
Referensi :
http://galihadi.ngeblogs.com/
http://g2hcombro.wordpress.com/sejarah-perkembangan-game/
http://hellisfun.wordpress.com/2010/02/11/perkembangan-dunia-game/
http://tugasblogmafr.blogspot.com/2011/06/perkembangan-game-yang-berdampak-pada.html
http://forumcommunity.the-up.com/t56-apa-saja-dampak-negatif-positif-bermain-game-online/
http://www.duniaku.net/2011/05/23/pentingnya-mengenalkan-perkembangan-game-di-dunia-pendidikan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar