Minggu, 04 Desember 2011

Musik Digital


   Secara sederhana, musik dapat diartikan suatu bentuk bunyi yang dapat didengar oleh indra pendengar. Alat yang menghasilkan musik pun berkembang sesuai zamannya, yaitu yang tradisional seperti angklung, gamelan, sasando, dan lainnya. Sesuai perkembangan waktu dan teknologi, sekarang kita mengenal gitar listrik, drum dan lain lain, bahkan sekarang ada juga yang dinamakan musik digital. Musik Digital adalah musik yang dihasilkan dengan sintesis menggunakan komputer. Sekarang ini kita bisa bermain musik tanpa menggunakan alat musik, caranya cukup dengan komputer dan software pembuat musik di dalamnya.

   Pada dasarnya Musik Digital adalah harmonisasi bunyi yang dibuat melalui perekaman dari alat-alat musik analog (konvensional),atau alat-alat musik digital (dibuat dengan bantuan komputer) yang disimpan dan diproses dengan media berbasis teknologi komputer. Format digital ini dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas. Musik Digital mengalami perkembangan dari masa ke masa yang berawal dari piringan hitam, sampai sekarang dimana kita mengenal musik dalam bentuk file dalam komputer.

   Salah satu aplikasi pembuat musik digital adalah Musical Instrument Digital Interface atau biasa disingkat dengan MIDI. Sumber suara musik digital pun bisa beragam, bisa dengan merekam berbagai suara dari alat musik, kemudian suara suara tersebut digabungkan menggunakan komputer, atau bisa juga dengan menggunakan aplikasi MIDI. Aplikasi MIDI mampu menghasilkan berbagai jenis suara dan berbagai efek suara, yang kemudian juga dapat digabungkan menjadi sebuah harmoni yang enak didengar. Namun walau terlihat cukup sederhana, akan tetapi pembuatan musik menggunakan media digital tidaklah mudah.

   Secara logis, Musik Digital dapat diartikan sebagai reproduksi suara dari sinyal digital yang telah diubah menjadi sinyal analog. Perekaman suara digital dilakukan dengan cara pengkodean angka biner hasil dari perubahan sinyal suara analog dengan bantuan frekuensi sampling. Musik digital bisa juga berasal dari suara sintesis, contoh peralatan sumber suara sintetis MIDI merupakan sumber suara digital berbagai instrumen musik yang bisa dimainkan oleh pemusik.



  SEJARAH :

- Piringan Hitam

   Awalnya piringan hitam merupakan sebuah alat yang memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc. Ide ini berasal dari Charles Cros dari Perancis pada tahun 1887, namun tidak terwujud. Pada tahun yang sama, Thomas A. Edison menemukan Phonograph, yaitu pemutar piringan hitam yang berfungsi untuk merekam suara yang kebanyakan digunakan untuk keperluan kantor. Nama Gramophone ini berasal dari Emilie Berliner yang pada tahun 1888 menemukan piringan hitam jenis baru dan mematenkannya di bawah label Berliner Gramophone. Ketika masa pematenan berakhir tahun 1918, semua label berlomba-lomba untuk memproduksi piringan hitam. Kebanyakan pemilik Gramophone pada masa itu masih terbatas pada kalangan menengah atas saja.

- Kaset

   Compact Audio Cassette diperkenalkan oleh Philips sebagai media penyimpanan audio di Eropa pada tahun 1963, kemudian mulai diproduksi secara masal pada tahun 1965. Pada tahun 1971, Advent Corporation memperkenalkan Model 201 Tape Deck yang mengkombinasikan Dolby Type B dan chromium Dioxide (Cr02) yang menjadi cikal bakal Music Cassette Player. Tahun 1980 muncul Walkman dari Sony sebagai media pemutar kaset portable. Pita kaset dapat merekam lagu dengan durasi hingga 1 jam di setiap sisinya. Kualitasnya cukup baik, namun kualitas suaranya dapat menurunan ketika pita kaset mengalami gangguan, kotor, atau rusak.

- Disc

   CD dibuat dalam usaha merampingkan media penyimpanan musik dengan memperbaiki kualitas suara yang dihasilkan. Pada November 1984, dua tahun setelah CD diproduksi secara massal, Sony mengeluarkan Discman sebagai media pemutar portable. Musik dalam format CD maupun DVD memiliki kualitas suara yang lebih baik, tetapi tetap mengalami gangguan jika Disc tersebut tergores, berdebu, ataupun rusak.

- Musik Digital

   Musik Digital menggunakan sinyal digital dalam proses reproduksi suaranya. Sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik analog, lagu atau musik digital mempunyai beraneka ragam format yang bergantung pada teknologi yang digunakan. Musik Digital ini dimainkan dengan berbagai software Music Player, maupun alat khusus seperti MP3 Player maupun IPod yang bisa dibawa-bawa.



  PRODUKSI

   Perkembangan teknologi yang semakin pesat dalam industri musik membuat kita semakin mudah memproduksi musik sendiri. Ini terbukti dari semakin menjamurnya studio skala sedang hingga studio rumahan. Musisi zaman sekarang pun memiliki studio rumahan sendiri, yang berguna untuk menuangkan karya.

   Zaman telah berevolusi dengan teknologi Digital, khususnya seperti yang dibahas disini, yaitu Musik Digital, sangat membantu para musisi dengan biaya produksi yang murah, cepat, efisien dan mudah. Dalam sejarahnya, Digital Audio Workstation bermula pada tahun 1970, dengan  percobaan pertama berbasis CPU pada tahun 1980 menggunakan Apple machintos dan Atari TS. Kemudian sekitar awal tahun 1992, produksi Musik Digital pertama pada basis operasi Windows lahir oleh perusahaan Soundscape Digital Technology, SADiE, Echo Digital Audio, Spectral Synthesis, dan diikuti oleh Mackie kemudian Solid State Logic. Pada tahun 1996 perusahaan Jerman, Steinberg, memperkenalkan produknya bernama Cubase yang dapat merekam dan memutar sebanyak 32 channel tanpa harus menggunakan Digital Signal Prosessor Outboard.

   Steinberg adalan teknologi yang merevolusi sistem Musik produksi digital didunia sampai sekarang, sehingga banyak perusahaan musik produksi digital yang memasarkan produknya dengan sistem serupa Steinberg. Hal ini terus berkembang di dunia sampai saat ini. Digital Audio Workstation adalah sebuah sistem software rekaman berbasis komputer yang dirancang untuk menggantikan studio rekaman tradisional. Interfase Analog to Digital – Digital to Analog, atau biasa disebut sound converter, berfungsi untuk merubah signal analog menjadi digital, dan sebaliknya. Mic Condenser, berfungsi sebagai transducer yang merubah gelombang suara diudara menjadi variasi voltase, kemudian akan dirubah menjadi data digital oleh converter dalam bentuk angka biner yang berupa data WAVE.



  DISTRIBUSI :

   Walaupun terlihat cukup sederhana, namun pembuatan musik menggunakan media digital tidak semudah yang kita bayangkan. Ada beberapa hal dasar yang harus dikuasai, seperti apa saja komposisi sebuah musik, dan mengerti mengenai proses mixing seluruh instrumen yang digunakan. Yang terpenting dalam pembuatan musik digital adalah membuat ritme. Setelah ritmenya sesuai, baru dapat digabungkan dengan komponen lain.

   Tidak sedikit musik yang dibuat melalui proses rekaman studio diubah formatnya menjadi format digital. Ada beberapa faktor yang menyebabkan para penikmat musik lebih memilih musik dalam format digital, seperti mudahnya mendapat musik dalam format digital. Hanya dengan mendownload secara gratis maupun berbayar, penikmat musik sudah bisa mendapatkan musik yang ia inginkan. Dengan menggunakan media digital, penikmat musik juga dapat memilih salah satu lagu yang ia sukai tanpa harus memiliki keseluruhan album. Musik dalam format digital juga dapat memberi keuntungan bagi si pembuat musik. Penjualan dalam bentuk nada tunggu telepon seluler jauh lebih menguntungkan dibanding harus menjual dalam bentuk CD atau kaset. Selain mendapat keuntungan dalam bentuk materi, pembuat musik juga dapat memanfaatkan teknologi internet untuk menyebarluaskan karya mereka ke seluruh dunia.



  KONSUMSI :

   Musik Digital dapat langsung dimainkan pada kompter dengan menggunakan software yang beragam, atau juga menggunakan alat khusus yang dapat dibawa-bawa dan disimpan pada media kartu memori. Formatnya juga bermacam-macam, yaitu :

 - MP3

   MP3 (MPEG, Audio Layer 3) menjadi format paling populer dalam musik digital. Hal ini dikarenakan ukuran filenya yang kecil dengan kualitas yang tidak kalah dengan CD Audio. Format ini dikembangkan dan dipatenkan oleh Fraunhofer Institute. Dengan bitrate 128 kbps, file MP3 sudah berkualitas baik. Namun MP3 Pro-format penerus MP3-menawarkan kualitas yang sama dengan bitrate setengah dari MP3. MP3 Pro kompatibel dengan MP3. Pemutar MP3 dapat memainkan file MP3 Pro-namun kualitas suaranya tidak sebagus peranti yang mendukung MP3 Pro.

 - WAV

   WAV merupakan standar suara de-facto di Windows. Awalnya hasil ripping dari CD direkam dalam format ini sebelum dikonversi ke format lain. Namun sekarang tahap ini sering dilewati karena file dalam format ini biasanya tidak dikompresi dan karenanya berukuran besar.

 - AAC

   AAC adalah singkatan dari Advanced Audio Coding. Format ini merupakan bagian standar Motion Picture Experts Group (MPEG), sejak standar MPEG-2 diberlakukan pada tahun 1997. Sample rate yang ditawarkan sampai 96 KHz-dua kali MP3. Format ini digunakan Apple pada toko musik online-nya, iTunes. Kualitas musik dalam format ini cukup baik bahkan pada bitrate rendah. iPod, pemutar musik digital portabel dari Apple, adalah peranti terkemuka yang mendukung format ini.

 - WMA

   Format yang ditawarkan Microsoft, Windows Media Audio (WMA) ini disukai para vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM adalah fitur untuk mencegah pembajakan musik, hal yang sangat ditakuti oleh studio musik saat ini. Kelebihan WMA lainnya adalah kualitas musik yang lebih baik daripada MP3 maupun AAC. Format ini cukup populer dan didukung oleh peranti lunak dan peranti keras terbaru pada umumnya.

 - Ogg Vorbis

   Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis. Format lain yang disebutkan di atas umumnya dipatenkan dan pengembang peranti lunak atau pembuat peranti keras harus membayar lisensi untuk produk yang dapat memainkan file dengan format terkait. Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas yang tinggi pada bitrate rendah dibandingkan format lain. Peranti lunak populer, Winamp dan pelopor pemutar MP3 portabel Rio sudah mendukung format ini dalam model terbarunya. Walaupun demikian dukungan peranti keras terhadap format ini masih jarang.

 - Real Audio

   Salah satu format yang biasa ditemukan pada bitrate rendah. Format dari RealNetworks ini umumnya digunakan dalam layanan streaming audio. Pada bitrate 128 kbps ke atas RealAudio menggunakan standar AAC MPEG-4.

 - MIDI

   Format audio satu ini lebih cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer atau peranti elektronik lainnya, tetapi tidak cocok untuk hasil konversi dari suara analog karena tidak terlalu akurat. File dengan format ini berukuran kecil dan sering digunakan dalam ponsel sebagai ringtone.



  KELEBIHAN :
- Format yang beragam, sehingga dapat disesuaikan dengan teknologi yang digunakan.
- Kualitas copy yang serupa dengan aslinya, memudahkan penggandaan dari pihak perusahaan rekaman tanpa menurunkan kualitas.
- Penjualan dengan pendekatan single terbukti jauh lebih efektif dan efisien dibanding medium konvensional seperti kaset atau CD.



  KEKURANGAN :
- Kemudahan perekaman dan penggandaan memacu terjadinya pembajakan yang tentu saja merugikan.
- Penyebaran Musik Digital di Internet tidak bisa sepenuhnya dikontrol, sehingga mempengaruhi pemasukan untuk label.





  REFERENSI :

 http://id.wikipedia.org/wiki/Audio_digital/
 http://chorddigital.blogspot.com/2011/03/pengetahuan-dasar-musik-digital.html
 http://evyfirefox.blogspot.com/2011/02/produksi-musik-digital.html
 http://blog.fastncheap.com/software-pembuat-musik-digital/
 http://www.anneahira.com/musik-digital.htm