Game Engine adalah sebuah sistem yang dirancang untuk penciptaan dan pengembangan video game. Game Engine merupakan software yang menyediakan kerangka kerja yang digunakan oleh para developer untuk membuat game. Fungsionalitas inti yang umum disediakan oleh Game Engine mencakup mesin rendering untuk grafik 2D atau 3D tergantung jenis Enginenya, kemudian fungsi-fungsi logika, suara, script, animasi, kecerdasan buatan, jaringan, streaming, memori manajemen, threading, dukungan lokalisasi, dan adegan grafik. Proses pengembangan game sebagian besar dilakukan dengan menggunakan sebuah Game Engine yang sama untuk menciptakan permainan yang berbeda, dibandingkan jika dengan selalu menggunakan Engine yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan karena, tidaklah mudah untuk membuat sebuah Game Engine. Banyak jenis Game Engine yang beredar secara umum, namun biasanya seseorang dari perusahaan tertentu lebih memilih untuk menggunakan Game Engine buatan mereka sendiri, agar game-game buatan mereka tidak dapat dibajak dengan mudah.
Game Engine menyediakan seperangkat alat pengembangan visual, di samping komponen software yang dapat digunakan kembali. Alat-alat ini umumnya diberikan dalam sebuah lingkungan pengembangan terintegrasi untuk memungkinkan penggunaan grafik dari luar sistem tersebut agar tidak menggunakan grafik yang jelas sama untuk setiap game. Pengembang Game Engine biasanya mencoba untuk mengembangkan software yang mencakup banyak fitur-fitur khusus, yang dapat digunakan oleh para pengembang game dengan Engine tersebut dalam membangun sebuah game. Kebanyakan Game Engine menyediakan fasilitas yang memudahkan pengembangan, seperti grafik, suara, fisika, dan fungsi kecerdasan buatan. Karena hal tersebut Game Engine sering disebut sebagai "middleware", yang dapat diartikan mereka menyediakan sebuah platform software yang fleksibel dan dapat digunakan kembali dengan menyediakan semua fungsionalitas inti yang diperlukan secara langsung, untuk mengembangkan aplikasi video game sambil mengurangi biaya, kompleksitas, dan waktu yang dibutuhkan jika membuat video game benar-benar dari awal hanya dengan bahasa pemrograman.
Game Engine sering digunakan untuk aplikasi interaktif dengan kebutuhan real-time seperti demo pemasaran, visualisasi arsitektur, simulasi pelatihan, dan pemodelan. Beberapa Game Engine hanya menyediakan kemampuan rendering 3D secara real-time dan bukan berbagai fungsi yang dibutuhkan oleh game. Engine seperti ini mengharuskan para pengembang game untuk membuat sendiri fungsi untuk gmenya, atau dengan merakit dari komponen middleware permainan lainnya. Jenis Engine seperti ini umumnya disebut sebagai mesin grafis, mesin rendering, atau mesin 3D, dan bukan istilah yang lebih mencakup Game Engine. Terminologi ini tidak konsisten digunakan sebagai Game Engine 3D dengan fitur lengkap dan disebut hanya sebagai mesin 3D. Beberapa contoh mesin grafis seperti : Crystal Space, Genesis3D, Irrlicht, OGRE, RealmForge, Truevision3D, dan Vision Engine. Mesin grafis umumnya memberikan graphic scene, yang merupakan representasi berorientasi objek dari dunia permainan 3D yang sering menyederhanakan desain game dan dapat digunakan untuk rendering lebih efisien dari dunia maya yang luas.
Contoh-contoh dari Game Engine yang beredar luas, dapat bersifat free maupun komersial :
Adventure Game Studio (Free)
Untuk membuat game jenis adventure bersifat point-and-click.
Construct 2 (Komersial)
Membuat game tanpa kemampuan programming dan dapat diexport ke HTML5.
Construct Classic (Free)
Pembuat game yang bersifat free dan open-source untuk Windows, didesain untuk game 2D.
Custom (Free & Komersial)
Custom built projects yang dibuat langsung dengan bahasa pemrograman.
EasyRPG (Free)
Sebuah proyek dari sebuah komunitas untuk membuat game RPG Maker 2000/2003 dengan free dan portabel. Terdiri atas game interpreter dan editor.
Engine001 (Free & Berbayar Bulanan)
Untuk membuat game action RPG.
Game Maker (Komersial)
Software pembuat game yang secara umum tidak memerlukan kemampuan programming.
IG Maker (Komersial)
Software terbaru oleh Enterbrain yang memiliki interface unik dengan beragam fitur untuk membuat beragam jenis game.
ika (Free)
Game Engine open-source dan berbasis Python dengan fungsi hardware acceleration.
Multimedia Fusion 2 (Komersial)
Products dari Clickteam development studios yang tidak memerlukan kemampuan programming untuk menggunakannya.
OHRRPGCE (Free)
Utilitas open-source bersifat free untuk membuat game RPG.
Renpy (Free)
Pembuat game Visual Novel berbasis Python.
RPG Maker 2000 (Komersial)
Sebuah maker yang didedikasikan untuk memproduksi game RPG tradisional seperti pada era SNES.
RPG Maker 2003 (Komersial)
Sebuah update kecil untuk RPG Maker 2000 dengan sistem baru tampilan pertempuran side view, sistem kelas dan mendukung format MP3.
RPG Maker 20XX (Free)
Kustomisasi pengganti run-time engine untuk RM2k/3.
RPG Maker XP (Komersial)
Game Engine untuk membuat game RPG tradisional dengan sistem tile-based, terintegrasi dengan Ruby Scripting dan biasa dikenal dengan sebutan RGSS (Ruby Game Scripting System).
RPG Maker VX (Komersial)
Sama seperti RPG Maker XP, namun versi ini merupakan versi yang berbeda dengan banyak peningkatan. Disini Ruby Scripting yang digunakan meningkat menjadi RGSS2 (Ruby Game Scripting System 2)
RPG Maker VX Ace (Komersial)
Merupakan peningkatan dari RPG Maker VX, pada dasarnya sama dengan versi VX namun disini banyak sekali fitur-fitur lebih detail lagi yang ditambahkan. Disini Ruby Scripting yang digunakan kembali meningkat menjadi RGSS3 (Ruby Game Scripting System 3)
RPG Toolkit (Free)
Software open source untuk membuat game jenis RPG 2D dan lainnya.
Sphere (Free)
Game Engine open source untuk membuat game RPG berbasis di bahasa JavaScript.
Super Mario Bros. X (Free)
Game Engine untuk membuat platform game seperti Super Mario Bros.
Unity (Free & Komersial)
Sebuah alat authoring terintegrasi untuk membuat video game 3D.
Verge3 (Free)
Game Engine open source 2D dengan dukungan untuk peta berbasis tile-based, software rendering, dan scripting baik Lua atau VergeC.
Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Game_engine
http://rpgmaker.net/engines/
Minggu, 19 Mei 2013
Genre Video Game
Genre pada video game digunakan untuk mengkategorikan video game berdasarkan gameplay-nya. Genre suatu video game diklasifikasikan secara independen berdasarkan aturan yang diterapkan dalam dunia game tersebut, misalnya saja game action atau shooter. Selain aturan, alur cerita juga digunakan sebagai penentu genre dari suatu game, seperti game fiksi ilmiah atau roman. Dari aturan dan alur cerita, dapat ditentukan misalnya suatu game memiliki genre action adventure dan science fiction. Beberapa genre tersebut adalah :
Action Game, adalah genre video game yang menekankan tantangan fisik, termasuk didalamnya ada koordinasi antara mata dengan tangan, dan kecepatan untuk waktu reaksi. Terdapat beberapa genre yang dapat dikategorikan sebagai sub-genre dari genre action.
Beat 'em up, jenis game yang menampilkan seorang tokoh dan diharuskan untuk mengalahkan banyak musuh sekaligus dengan jumlah sangat banyak namun biasanya tidak terlalu kuat.
Hack and slash, jenis game yang memfokuskan pertarungan dengan menggunakan senjata seperti pedang.
Fighting game, merupakan game jenis pertarungan antar 2 atau lebih karakter dari beberapa karakter yang dapat dipilih, dimana kita diharuskan mengalahkan lawan dengan teknik-teknik yang sepenuhnya membutuhkan kelihaian pemainnya dalam menguasai kontrol permainan.
Platform game, merupakan jenis permainan dimana kita diharuskan untuk melewati berbagai rintangan dengan mengalahkan musuh-musuh dan melompati berbagai platform-platform untuk dapat mencapai tempat tujuan.
Shooter game, dimana kita melakukan aksi tembak-tembakan yang dibagi berdasarkan sudut pandang orang pertama (first-person shooter) atau ketiga (third-person shooter), Shoot 'em up yang biasanya menggunakan pesawat sebagai karakter dan diharuskan mengalahkan semua musuh sambil menghindari hujan peluru.
Adventure game, merupakan jenis game petualangan dimana kita menggerakan tokoh protagonis, didalam sebuah cerita interaktif dengan melakukan penjelajahan dan tantangan seperti pertarungan atau memecahkan puzzle.
Action-adventure Game, jenis game yang memadukan unsur action dan adventure, dimana kita melakukan petualangan yang dilengkapi dengan alur cerita seperti pada game adventure, dengan model permainan seperti game action.
Survival horror Game, jenis game yang biasanya dibuat sangat menantang dengan unsur horror didalamnya. Biasanya game jenis ini dipadukan dengan action game, dimana kita harus mengalahkan lawan yang tentunya dalam suasana horror, dan segala sesuatunya yang serba terbatas, seperti misalnya amunisi untuk senjata yang bisa habis. Biasanya game jenis ini memiliki berbagai kejutan yang dapat membuat pemain merasa berada dalam situasi horror.
Graphic adventure game, merupakan jenis game seperti adventure game pada umumnya, namun yang disajikan disini adalah tampilan grafik yang biasanya harus diamati baik-baik dan sesuai petunjuk permainan, untuk dapat memecahkan teka-teki, atau misalnya melakukan eksplorasi dengan mengambil pilihan-pilihan yang tersedia di layar.
Visual Novel, merupakan cerita interaktif yang disajikan dengan ilustrasi gambar, biasanya memiliki berbagai kemungkinan penyelesaian masalah. Sama seperti pada sebuah novel, visual novel menekankan pada alur cerita dengan menampilkan script-script teks, namun bedanya adalah dilengkapi dengan tampilan visual, kemudian beberapa juga dilengkapi dengan penyuaraan tiap tokoh oleh voice actor. Pada umumnya visual novel menawarkan alur cerita yang mendalam serta interaktif, yang berarti kita akan secara langsung terlibat kedalam cerita tersebut, memilih opsi pilihan-pilihan yang akan muncul sepanjang permainan yang akan mempengaruhi perkembangan cerita. Sifat interaktif ini membagi cerita kedalam rute-rute yang berbeda tergantung pilihan kita, sehingga terdapat lebih dari 1 ending yang dapat diperoleh dan memberikan replay value yang tinggi bagi pemain untuk memainkannya berulang-ulang.
Role Playing Game, atau lebih dikenal dngan singkatan RPG, adalah sebuah permainan dimana para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk menjalankan sebuah misi dan cerita bersama. Para pemain memilih aksi apa yang akan dilakukan oleh tokok-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut, dan keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditentukan.
Action role-playing game, atau lebih dikenal dngan singkatan ARPG, merupakan jenis game RPG dengan unsur action didalamnya. Biasanya unsur action pada ARPG ditekankan pada pertarungannya.
Roguelike-RPG, merupakan jenis RPG yang menampilkan penjelajahan labirin dengan sistem tile-based, dimana setiap karakter harus berjalan pada kotak-kotak setiap langkah. Pada jenis ini biasanya terdapat jumlah musuh yang cukup banyak pada labirin tersebut, dan pergerakan dilakukan secara bergantian. Pemain diharuskan untuk mencari jalan keluar dari labirin tersebut dengan mencari tangga untuk pergi ke level yang lebih tinggi dari labirin, kemudian biasanya setiap level digenerasi secara acak, sehingga setiap kali permainan diulang alur labirin yang diberikan tidak akan sama dan selalu berbeda.
Strategy video game, adalah genre permainan video yang menekankan pemain pada kemampuan berpikir dan perencanaan untuk mencapai kemenangan. Game jenis ini menekankan pada perencanaan strategis, taktis, dan kadang-kadang tantangan logistik. Banyak permainan jemis ini yang menawarkan tantangan ekonomi dan eksplorasi. Permainan ini kadang-kadang menggabungkan tantangan fisik, yang dapat mengganggu pemain untuk berpikir strategis.
Tactical role-playing game, atau TRPG, merupakan jenis RPG yang digabungkan dengan elemen strategy video game. Tipe ini menggabungkan cara bermain strategis seperti gerakan taktis di grid isometrik secara bergantian. Tidak seperti genre video game lainnya, jenis ini jarang menampilkan mode multiplayer.
Simulation video game, merupakan permainan simulasi yang biasanya adalah merupakan simulasi dari kegiatan di kehidupan nyata, misalnya simulasi membangun kota, simulasi kehidupan sehari-hari, simulasi kendaraan, dan sebagainya.
Real-time strategy (RTS), berbeda dengan jenis game strategy yang biasanya membatasi pergerakan dengan sistem turn-based. Dalam RTS, biasanya tujuan pemain adalah menguasai wilayah dan mendirikan bangunan-bangunan diatasnya, mengumpulkan sumber daya, membangun pasukan, dan terakhir adalah menghancurkan wilayah kekuasaan lawan.
Tower defense, jenis game dengan tujuan untuk mencoba menghentikan musuh yang menelusuri peta agar tidak mencapai titik akhir, dengan membangun menara-menara yang dapat menyererang mereka. Musuh dan menara biasanya memiliki kemampuan yang bervariasi, kemudian ketika musuh dikalahkan, pemain mendapatkan uang atau poin yang dapat digunakan untuk membeli atau meng-upgrade menara.
Turn-based strategy (TBS), adalah permainan strategi yang biasanya adalah bertemakan peperangan, dimana pemain bermain bergiliran secara turn-based. Permainan jenis ini berbeda dengan real time strategy dimana pemain bermain secara simultan.
Turn-based tactics (TBT), adalah jenis game strategi dengan sistem turn-based, yang mensimulasikan pertimbangan dan taktik militer dalam konfrontasi yang umumnya berskala kecil, dibandingkan dengan pertimbangan yang lebih strategis dari turn-based strategy. Gameplay jenis ini ditandai dengan harapan pemain untuk menyelesaikan tugas mereka hanya menggunakan pasukan tempur seadanya yang diberikan kepada mereka.
Music games, jenis game yang memberikan tantangan pada pemain untuk menyesuaikan input gerakan dengan ritme musik berdasarkan timing. Jenis input gerakan pada game jenis ini dapat beragam, bisa juga dapat berupa alat yang berbentuk seperti instrumen aslinya.
Party games, yaitu jenis game yang bertujuan untuk dimainkan beramai-ramai.
Puzzle games, merupakan game yang mengharuskan pemain untuk memecahkan puzzle secara logika, atau mencari jalan keluar seperti pada labirin. Game jenis ini biasanya memberikan tantangan untuk menyelesaikan puzzle dengan waktu tertentu atau batasan pergerakan.
Sports game, jenis game yang mengambil tema olah raga dan umumnya memiliki gameplay sama seperti aslinya.
Board game, merupakan jenis video game yang diadaptasi dari permainan tradisional, misalnya monopoli.
Card game, jenis game yang menggunakan kartu. Ada juga jenis card game yang dimainkan dengan saling menukar-nukarkan kartu, dengan aturan permainan khusus yang unik. Biasanya terdapat ratusan bahkan ribuan jenis kartu yang dapat dikumpulkan, dan dimainkan oleh 2 orang yang saling bertarung dengan menggunakan tumpukan kartu yang disediakan masing-masing, dimana setiap kartu memiliki kemampuan berbeda yang disebut trading card game.
Referensi :
https://en.wikipedia.org/wiki/Video_game_genres
Action Game, adalah genre video game yang menekankan tantangan fisik, termasuk didalamnya ada koordinasi antara mata dengan tangan, dan kecepatan untuk waktu reaksi. Terdapat beberapa genre yang dapat dikategorikan sebagai sub-genre dari genre action.
Beat 'em up, jenis game yang menampilkan seorang tokoh dan diharuskan untuk mengalahkan banyak musuh sekaligus dengan jumlah sangat banyak namun biasanya tidak terlalu kuat.
Hack and slash, jenis game yang memfokuskan pertarungan dengan menggunakan senjata seperti pedang.
Fighting game, merupakan game jenis pertarungan antar 2 atau lebih karakter dari beberapa karakter yang dapat dipilih, dimana kita diharuskan mengalahkan lawan dengan teknik-teknik yang sepenuhnya membutuhkan kelihaian pemainnya dalam menguasai kontrol permainan.
Platform game, merupakan jenis permainan dimana kita diharuskan untuk melewati berbagai rintangan dengan mengalahkan musuh-musuh dan melompati berbagai platform-platform untuk dapat mencapai tempat tujuan.
Shooter game, dimana kita melakukan aksi tembak-tembakan yang dibagi berdasarkan sudut pandang orang pertama (first-person shooter) atau ketiga (third-person shooter), Shoot 'em up yang biasanya menggunakan pesawat sebagai karakter dan diharuskan mengalahkan semua musuh sambil menghindari hujan peluru.
Adventure game, merupakan jenis game petualangan dimana kita menggerakan tokoh protagonis, didalam sebuah cerita interaktif dengan melakukan penjelajahan dan tantangan seperti pertarungan atau memecahkan puzzle.
Action-adventure Game, jenis game yang memadukan unsur action dan adventure, dimana kita melakukan petualangan yang dilengkapi dengan alur cerita seperti pada game adventure, dengan model permainan seperti game action.
Survival horror Game, jenis game yang biasanya dibuat sangat menantang dengan unsur horror didalamnya. Biasanya game jenis ini dipadukan dengan action game, dimana kita harus mengalahkan lawan yang tentunya dalam suasana horror, dan segala sesuatunya yang serba terbatas, seperti misalnya amunisi untuk senjata yang bisa habis. Biasanya game jenis ini memiliki berbagai kejutan yang dapat membuat pemain merasa berada dalam situasi horror.
Graphic adventure game, merupakan jenis game seperti adventure game pada umumnya, namun yang disajikan disini adalah tampilan grafik yang biasanya harus diamati baik-baik dan sesuai petunjuk permainan, untuk dapat memecahkan teka-teki, atau misalnya melakukan eksplorasi dengan mengambil pilihan-pilihan yang tersedia di layar.
Visual Novel, merupakan cerita interaktif yang disajikan dengan ilustrasi gambar, biasanya memiliki berbagai kemungkinan penyelesaian masalah. Sama seperti pada sebuah novel, visual novel menekankan pada alur cerita dengan menampilkan script-script teks, namun bedanya adalah dilengkapi dengan tampilan visual, kemudian beberapa juga dilengkapi dengan penyuaraan tiap tokoh oleh voice actor. Pada umumnya visual novel menawarkan alur cerita yang mendalam serta interaktif, yang berarti kita akan secara langsung terlibat kedalam cerita tersebut, memilih opsi pilihan-pilihan yang akan muncul sepanjang permainan yang akan mempengaruhi perkembangan cerita. Sifat interaktif ini membagi cerita kedalam rute-rute yang berbeda tergantung pilihan kita, sehingga terdapat lebih dari 1 ending yang dapat diperoleh dan memberikan replay value yang tinggi bagi pemain untuk memainkannya berulang-ulang.
Role Playing Game, atau lebih dikenal dngan singkatan RPG, adalah sebuah permainan dimana para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk menjalankan sebuah misi dan cerita bersama. Para pemain memilih aksi apa yang akan dilakukan oleh tokok-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut, dan keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditentukan.
Action role-playing game, atau lebih dikenal dngan singkatan ARPG, merupakan jenis game RPG dengan unsur action didalamnya. Biasanya unsur action pada ARPG ditekankan pada pertarungannya.
Roguelike-RPG, merupakan jenis RPG yang menampilkan penjelajahan labirin dengan sistem tile-based, dimana setiap karakter harus berjalan pada kotak-kotak setiap langkah. Pada jenis ini biasanya terdapat jumlah musuh yang cukup banyak pada labirin tersebut, dan pergerakan dilakukan secara bergantian. Pemain diharuskan untuk mencari jalan keluar dari labirin tersebut dengan mencari tangga untuk pergi ke level yang lebih tinggi dari labirin, kemudian biasanya setiap level digenerasi secara acak, sehingga setiap kali permainan diulang alur labirin yang diberikan tidak akan sama dan selalu berbeda.
Strategy video game, adalah genre permainan video yang menekankan pemain pada kemampuan berpikir dan perencanaan untuk mencapai kemenangan. Game jenis ini menekankan pada perencanaan strategis, taktis, dan kadang-kadang tantangan logistik. Banyak permainan jemis ini yang menawarkan tantangan ekonomi dan eksplorasi. Permainan ini kadang-kadang menggabungkan tantangan fisik, yang dapat mengganggu pemain untuk berpikir strategis.
Tactical role-playing game, atau TRPG, merupakan jenis RPG yang digabungkan dengan elemen strategy video game. Tipe ini menggabungkan cara bermain strategis seperti gerakan taktis di grid isometrik secara bergantian. Tidak seperti genre video game lainnya, jenis ini jarang menampilkan mode multiplayer.
Simulation video game, merupakan permainan simulasi yang biasanya adalah merupakan simulasi dari kegiatan di kehidupan nyata, misalnya simulasi membangun kota, simulasi kehidupan sehari-hari, simulasi kendaraan, dan sebagainya.
Real-time strategy (RTS), berbeda dengan jenis game strategy yang biasanya membatasi pergerakan dengan sistem turn-based. Dalam RTS, biasanya tujuan pemain adalah menguasai wilayah dan mendirikan bangunan-bangunan diatasnya, mengumpulkan sumber daya, membangun pasukan, dan terakhir adalah menghancurkan wilayah kekuasaan lawan.
Tower defense, jenis game dengan tujuan untuk mencoba menghentikan musuh yang menelusuri peta agar tidak mencapai titik akhir, dengan membangun menara-menara yang dapat menyererang mereka. Musuh dan menara biasanya memiliki kemampuan yang bervariasi, kemudian ketika musuh dikalahkan, pemain mendapatkan uang atau poin yang dapat digunakan untuk membeli atau meng-upgrade menara.
Turn-based strategy (TBS), adalah permainan strategi yang biasanya adalah bertemakan peperangan, dimana pemain bermain bergiliran secara turn-based. Permainan jenis ini berbeda dengan real time strategy dimana pemain bermain secara simultan.
Turn-based tactics (TBT), adalah jenis game strategi dengan sistem turn-based, yang mensimulasikan pertimbangan dan taktik militer dalam konfrontasi yang umumnya berskala kecil, dibandingkan dengan pertimbangan yang lebih strategis dari turn-based strategy. Gameplay jenis ini ditandai dengan harapan pemain untuk menyelesaikan tugas mereka hanya menggunakan pasukan tempur seadanya yang diberikan kepada mereka.
Music games, jenis game yang memberikan tantangan pada pemain untuk menyesuaikan input gerakan dengan ritme musik berdasarkan timing. Jenis input gerakan pada game jenis ini dapat beragam, bisa juga dapat berupa alat yang berbentuk seperti instrumen aslinya.
Party games, yaitu jenis game yang bertujuan untuk dimainkan beramai-ramai.
Puzzle games, merupakan game yang mengharuskan pemain untuk memecahkan puzzle secara logika, atau mencari jalan keluar seperti pada labirin. Game jenis ini biasanya memberikan tantangan untuk menyelesaikan puzzle dengan waktu tertentu atau batasan pergerakan.
Sports game, jenis game yang mengambil tema olah raga dan umumnya memiliki gameplay sama seperti aslinya.
Board game, merupakan jenis video game yang diadaptasi dari permainan tradisional, misalnya monopoli.
Card game, jenis game yang menggunakan kartu. Ada juga jenis card game yang dimainkan dengan saling menukar-nukarkan kartu, dengan aturan permainan khusus yang unik. Biasanya terdapat ratusan bahkan ribuan jenis kartu yang dapat dikumpulkan, dan dimainkan oleh 2 orang yang saling bertarung dengan menggunakan tumpukan kartu yang disediakan masing-masing, dimana setiap kartu memiliki kemampuan berbeda yang disebut trading card game.
Referensi :
https://en.wikipedia.org/wiki/Video_game_genres
Sejarah Perkembangan Video Game
Generasi video game pertama dimulai dengan munculnya konsol ATARI 2600. Konsol ini merupakan konsole game pertama yang dapat dikatakan sukses di masanya, yaitu pada oktober 1977. Setelah sukses pada generasi pertama, ATARI tidak menyerah sampai disitu saja, kemudian dengan tujuan untuk memajukan dunia game elektronik masa itu, muncullah generasi kedua yaitu ATARI 7800 yang dirilis pada juni 1986. Pada generasi ini ada sedikit kemajuan dengan menambahkan joystik, sehingga pemain dapat lebih mudah untuk memainkan konsole game ini.
Setelah Atari 7800, muncullah NES (Nintendo Entertaintment System). NES merupakan konsol permainan yang pertama kalinya menggunakan sistem grafis 8 bit, berbeda dengan ATARI yang dapat dikatakan masih sangat sederhana dari segi grafis. Nintendo dengan konsolnya tersebut menghasilkan berbagai produk produk game yang sangat lain dan jauh lebih berkembang dibandingkan ATARI. Salah satu game yang dapat dimainkan pada konsol NES ini adalah Super Mario Bros, yang bahkan hingga saat ini masih terus dibuat serinya untuk konsol-konsol yang lebih mutakhir abad ini, namun masih dalam wilayah konsol Nintendo.
Setelah NES, muncul console game Sega Mega Drive yang mengawali generasi ketiga dari dunia game. Sega menggunakan sistem grafis 16 bit dan dirilis pada tahun 1988. Dengan menggunakan 16 bit sedah tentu Sega menghasilkan berbagai game yang lebih berkembang dan lebih baik lagi. Jika Nintendo terkenal dengan game Super Mario Bros, maka Sega juga melakukan hal yang sama dengan game Sonic the Hedgehog. Sega juga mengeluarkan Sega Saturn dan Dreamcast pada generasi selanjutnya, namun setelahnya perkembangan Sega terhenti, namun game Sonic tersebut sekarang diadaptasi kedalam berbagai jenis konsol.
Selanjutnya mulailah generasi ke empat, yang dapat dikatakan sebuah perubahan yang sangat besar di sejarah dunia video games. Pada masa generasi ke empat ini lahirlah konsol Playstation oleh Sony, yang merupakan salah satu game konsole terbaik dan terlaris pada masa tersebut. Playstation menggunakan sistem 32 bit, yang memungkinkan berbagai potensi untuk dapat dikembangkannya sebuah game lebih jauh lagi. Pada masa ini produksi game semakin menjamur dan berkembang pesat, dengan munculnya berbagai perusahaan yang memproduksi game untuk Playstation.
Pada generasi berikutnya yaitu generasi kelima, Sony semakin gencar melakukan produksi lain yang lebih mutakhir dengan mengeluarkan konsol Playstation 2. Namun pada generasi ke lima ini sangat banyak sekali saingan bagi konsol Playstation, seperti XBOX, dan berbagai konsol handheld yang bermunculan dari Nintendo. Kemudian pada generasi sekarang ini, sudah banyak sekali konsol game beredar namun Sony masih terus melakukan pengembangan dengan mengeluarkan Playstation 3, kemudian XBOX berkembang menjadi XBOX 360, dan Nintendo mengeluarkan Nintendo WII. Ketiganya merupakan konsol game yang memiliki keunggulan masing-masing dan saling bersaing, dan persaingan antar konsol game ini disebut sebagai Console Wars.
Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Video_game_console
Setelah Atari 7800, muncullah NES (Nintendo Entertaintment System). NES merupakan konsol permainan yang pertama kalinya menggunakan sistem grafis 8 bit, berbeda dengan ATARI yang dapat dikatakan masih sangat sederhana dari segi grafis. Nintendo dengan konsolnya tersebut menghasilkan berbagai produk produk game yang sangat lain dan jauh lebih berkembang dibandingkan ATARI. Salah satu game yang dapat dimainkan pada konsol NES ini adalah Super Mario Bros, yang bahkan hingga saat ini masih terus dibuat serinya untuk konsol-konsol yang lebih mutakhir abad ini, namun masih dalam wilayah konsol Nintendo.
Setelah NES, muncul console game Sega Mega Drive yang mengawali generasi ketiga dari dunia game. Sega menggunakan sistem grafis 16 bit dan dirilis pada tahun 1988. Dengan menggunakan 16 bit sedah tentu Sega menghasilkan berbagai game yang lebih berkembang dan lebih baik lagi. Jika Nintendo terkenal dengan game Super Mario Bros, maka Sega juga melakukan hal yang sama dengan game Sonic the Hedgehog. Sega juga mengeluarkan Sega Saturn dan Dreamcast pada generasi selanjutnya, namun setelahnya perkembangan Sega terhenti, namun game Sonic tersebut sekarang diadaptasi kedalam berbagai jenis konsol.
Selanjutnya mulailah generasi ke empat, yang dapat dikatakan sebuah perubahan yang sangat besar di sejarah dunia video games. Pada masa generasi ke empat ini lahirlah konsol Playstation oleh Sony, yang merupakan salah satu game konsole terbaik dan terlaris pada masa tersebut. Playstation menggunakan sistem 32 bit, yang memungkinkan berbagai potensi untuk dapat dikembangkannya sebuah game lebih jauh lagi. Pada masa ini produksi game semakin menjamur dan berkembang pesat, dengan munculnya berbagai perusahaan yang memproduksi game untuk Playstation.
Pada generasi berikutnya yaitu generasi kelima, Sony semakin gencar melakukan produksi lain yang lebih mutakhir dengan mengeluarkan konsol Playstation 2. Namun pada generasi ke lima ini sangat banyak sekali saingan bagi konsol Playstation, seperti XBOX, dan berbagai konsol handheld yang bermunculan dari Nintendo. Kemudian pada generasi sekarang ini, sudah banyak sekali konsol game beredar namun Sony masih terus melakukan pengembangan dengan mengeluarkan Playstation 3, kemudian XBOX berkembang menjadi XBOX 360, dan Nintendo mengeluarkan Nintendo WII. Ketiganya merupakan konsol game yang memiliki keunggulan masing-masing dan saling bersaing, dan persaingan antar konsol game ini disebut sebagai Console Wars.
Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Video_game_console
Sistem Rating Konten Video Game
Setiap game yang beredar memiliki rating yang ditujukan untuk penggunanya. Pemberian rating untuk setiap game ini bertujuan agar game yang dimainkan tersebut jelas ditujukan untuk kalangan mana saja dari segi usia, berkaitan dengan unsur-unsur yang terdapat dalam suatu game tersebut. Sebagai contoh game yang memiliki unsur kekerasan, sebaiknya ditujukan untuk orang yang sudah dewasa dan bukan anak-anak, karena biasanya akan-anak mudah terpengaruh dan mengikuti apa saja yang menurutnya menarik kedalam kehidupan nyata. Rating-rating tersebut adalah :
EC (Early Childhood) :
Game yang hanya boleh dimainkan oleh anak usia 3 tahun atau lebih.
E (Everyone) :
Game yang boleh dimainkan oleh siapa saja mulai dari anak-anak hingga dewasa.
E10+ (EVERYONE 10+) :
Game yang hanya diperkenankan untuk dimainkan oleh anak-anak di atas umur 10 tahun keatas.
T (Teen) :
Game yang diperbolehkan dimainkan oleh remaja usia 13 tahun keatas.
M (Mature) :
Game yang layak dimainkan oleh seseorang yang sudah dewasa dengan usia 17 tahun keatas.
AO (Adult Only)
Game yang hanya boleh dimainkan oleh orang-orang yang telah dewasa saja.
RP (Rating Pending)
Game yang belum memiliki rating sehingga pemain harus melakukan penilaian sendiri terhadap game tersebut.
Referensi :
http://zoratheboy.wordpress.com/2012/03/18/teknologi-game/
https://en.wikipedia.org/wiki/Video_game_content_rating_system
EC (Early Childhood) :
Game yang hanya boleh dimainkan oleh anak usia 3 tahun atau lebih.
E (Everyone) :
Game yang boleh dimainkan oleh siapa saja mulai dari anak-anak hingga dewasa.
E10+ (EVERYONE 10+) :
Game yang hanya diperkenankan untuk dimainkan oleh anak-anak di atas umur 10 tahun keatas.
T (Teen) :
Game yang diperbolehkan dimainkan oleh remaja usia 13 tahun keatas.
M (Mature) :
Game yang layak dimainkan oleh seseorang yang sudah dewasa dengan usia 17 tahun keatas.
AO (Adult Only)
Game yang hanya boleh dimainkan oleh orang-orang yang telah dewasa saja.
RP (Rating Pending)
Game yang belum memiliki rating sehingga pemain harus melakukan penilaian sendiri terhadap game tersebut.
Referensi :
http://zoratheboy.wordpress.com/2012/03/18/teknologi-game/
https://en.wikipedia.org/wiki/Video_game_content_rating_system
Teknologi Game
Game, berarti adalah hiburan. Game dimainkan oleh berbagai kalangan dari segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Game juga merujuk pada pengertian sebagai kelincahan intelektual, sementara kata game itu sendiri dapat diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Pada setiap game terdapat target-target yang harus dicapai oleh sang pemain untuk dapat memenangkan game tersebut. Awalnya istilah game identik dengan kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak, namun lebih jauhnya lagi bentuk kegiatan yang memerlukan pemikiran, kelincahan intelektual dan pencapaian terhadap target tertentu, dapat dikatakan sebagai game.
Perkembangan game abad ini dapat dikatakan sangat cepat. Para pengelola industri game berlomba-lomba untuk menciptakan game yang bukan hanya dapat dimainkan saja, tapi juga menarik untuk para pemainnya. Hal tersebut mendorong perkembangan dunia game, terutama video game menjadi sangat cepat. Saat ini game bukan hanya sekedar permainan untuk mengisi waktu luang atau sekedar hobi saja, melainkan sebuah cara untuk meningkatkan kreatifitas dan tingkat intelektual para pemainnya. Pada tingkatan tertentu, kelincahan intelektual merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal.
Pada awalnya semua video games bersifat offline, yaitu hanya dimainkan dan interaksinya hanya sebatas pada pemain yang memainkan satu mesin tersebut. Namun sekarang dengan adanya teknologi internet, banyak jenis game yang dapat dimainkan secara online, atau memang harus dimainkan secara online. Game online memungkinkan pemain untuk dapat berinteraksi dengan siapapun dan dimanapun mereka bermain.
Aplikasi video games dapat dijalankan pada berbagai platform :
1. Personal Computer : Berupa aplikasi games pada PC. Games ini dijalankan pada personal computer. Pada media PC, durasi waktu penayangan adalah tidak terbatas, yang berarti selama games tersebut bagus dan mampu menghibur pemain, maka game tersebut dapat dimainkan berulang kali oleh pemain.
2. Arcade Games : Lebih dikenal dengan sebutan game ding-dong, merupakan game yang biasanya dimainkan pada sebuah mesin khusus secara komersial. Arcade games biasanya mempunyai level yang singkat, kontrol yang mudah, karakter-karakter, serta tingkat kesulitan yang bertambah dengan cepat. Jenis permainan ini dirancang untuk memancing adrenalin pemain serta tidak membutuhkan jalan cerita yang bagus. Permainan ini kadang-kadang membutuhkan kelincahan dalam memegang kontrol dan membutuhkan waktu belajar yang relatif singkat. Sifat dari arcade game adalah real-time, dimana setiap permainan biasanya memiliki daftar skor pemain yang saling terhubung antar mesin bahkan pada wilayah yang berbeda.
3. Console Games : Merupakan video game yang dimainkan pada sebuah konsol permainan seperti PlayStation dan sebagainya. Konsol permainan ini biasanya terhubung pada televisi dan menghasilkan gambar serta suara. Permainan ini dimainkan dengan menggunakan alat genggam yang terhubung ke konsol permainan, yang disebut kontroler. Kontroler ini memiliki sejumlah tombol dan kontrol arah, yang masing-masing menggerakkan dan memanipulasi gambar di layar televisi.
4. Handheld Games : Merupakan jenis console game yang dijalankan pada sebuah perangkat elektronik portabel dengan layar, kontroler, dan speaker yang sudah menyatu dengan alat tersebut. Alat ini menggunakan baterai, sehingga memungkinkan orang untuk membawanya dan memainkannya kapanpun dimanapun.
5. Mobile Games : Aplikasi games untuk mobile phone sebenarnya berupa games-games ringan yang dapat dimainkan pada berbagai jenis ponsel. Seiring berkembangnya teknologi smartphone sekarang, ini game jenis ini sudah dapat berkembang lebih jauh lagi mulai dari tampilan grafis, hingga alur game itu sendiri.
Referensi :
http://witanduty.wordpress.com/6/
http://id.wikipedia.org/wiki/Permainan_komputer
http://id.wikipedia.org/wiki/Permainan_arkade
http://id.wikipedia.org/wiki/Permainan_konsol
http://en.wikipedia.org/wiki/Handheld_game_console
http://en.wikipedia.org/wiki/Mobile_game
Perkembangan game abad ini dapat dikatakan sangat cepat. Para pengelola industri game berlomba-lomba untuk menciptakan game yang bukan hanya dapat dimainkan saja, tapi juga menarik untuk para pemainnya. Hal tersebut mendorong perkembangan dunia game, terutama video game menjadi sangat cepat. Saat ini game bukan hanya sekedar permainan untuk mengisi waktu luang atau sekedar hobi saja, melainkan sebuah cara untuk meningkatkan kreatifitas dan tingkat intelektual para pemainnya. Pada tingkatan tertentu, kelincahan intelektual merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal.
Pada awalnya semua video games bersifat offline, yaitu hanya dimainkan dan interaksinya hanya sebatas pada pemain yang memainkan satu mesin tersebut. Namun sekarang dengan adanya teknologi internet, banyak jenis game yang dapat dimainkan secara online, atau memang harus dimainkan secara online. Game online memungkinkan pemain untuk dapat berinteraksi dengan siapapun dan dimanapun mereka bermain.
Aplikasi video games dapat dijalankan pada berbagai platform :
1. Personal Computer : Berupa aplikasi games pada PC. Games ini dijalankan pada personal computer. Pada media PC, durasi waktu penayangan adalah tidak terbatas, yang berarti selama games tersebut bagus dan mampu menghibur pemain, maka game tersebut dapat dimainkan berulang kali oleh pemain.
2. Arcade Games : Lebih dikenal dengan sebutan game ding-dong, merupakan game yang biasanya dimainkan pada sebuah mesin khusus secara komersial. Arcade games biasanya mempunyai level yang singkat, kontrol yang mudah, karakter-karakter, serta tingkat kesulitan yang bertambah dengan cepat. Jenis permainan ini dirancang untuk memancing adrenalin pemain serta tidak membutuhkan jalan cerita yang bagus. Permainan ini kadang-kadang membutuhkan kelincahan dalam memegang kontrol dan membutuhkan waktu belajar yang relatif singkat. Sifat dari arcade game adalah real-time, dimana setiap permainan biasanya memiliki daftar skor pemain yang saling terhubung antar mesin bahkan pada wilayah yang berbeda.
3. Console Games : Merupakan video game yang dimainkan pada sebuah konsol permainan seperti PlayStation dan sebagainya. Konsol permainan ini biasanya terhubung pada televisi dan menghasilkan gambar serta suara. Permainan ini dimainkan dengan menggunakan alat genggam yang terhubung ke konsol permainan, yang disebut kontroler. Kontroler ini memiliki sejumlah tombol dan kontrol arah, yang masing-masing menggerakkan dan memanipulasi gambar di layar televisi.
4. Handheld Games : Merupakan jenis console game yang dijalankan pada sebuah perangkat elektronik portabel dengan layar, kontroler, dan speaker yang sudah menyatu dengan alat tersebut. Alat ini menggunakan baterai, sehingga memungkinkan orang untuk membawanya dan memainkannya kapanpun dimanapun.
5. Mobile Games : Aplikasi games untuk mobile phone sebenarnya berupa games-games ringan yang dapat dimainkan pada berbagai jenis ponsel. Seiring berkembangnya teknologi smartphone sekarang, ini game jenis ini sudah dapat berkembang lebih jauh lagi mulai dari tampilan grafis, hingga alur game itu sendiri.
Referensi :
http://witanduty.wordpress.com/6/
http://id.wikipedia.org/wiki/Permainan_komputer
http://id.wikipedia.org/wiki/Permainan_arkade
http://id.wikipedia.org/wiki/Permainan_konsol
http://en.wikipedia.org/wiki/Handheld_game_console
http://en.wikipedia.org/wiki/Mobile_game
Selasa, 14 Mei 2013
Perbedaaan Game 2D dan 3D
Menurut dimensinya Video Game dibagi menjadi 2, yaitu 2 Dimensi (2D), dan 3 Dimensi (3D).
Game 2D
Game 2 Dimensi dapat dikenali dengan tampilan grafisnya yang berupa
bidang dengan dua sumbu, yaitu x dan y yang membuat pergerakan pada game
tersebut terbatas hanya pada kedua arah sumbu tersebut. Gambar pada
game 2 Dimensi ini dapat menggunakan format vektor maupun bitmap, yang
kemudian dapat dirangkai untuk membuat animasi bergerak dengan cara
membuatnya satu persatu yang disebut sebagai frame. Setiap pergerakan
digambarkan kedalam tiap-tiap frame yang berubah sedikit demi sedikit,
sehingga ketika frame-frame tersebut dijalankan secara berurut dari satu
frame ke frame lainnya, maka akan terlihat seolah-olah gambar tersebut
bergerak.
Banyaknya frame biasa dihitung dengan satuan detik, dimana berapa
banyak frame yang digunakan untuk setiap detiknya disebut dengan FPS
(frame per second). Tergantung animasi apa yang ingin dibuat, penting
untuk menentukan banyaknya frame yang akan digunakan setiap detiknya
agar pergerakan animasi terlihat mulus.
Konsep pada game 2 Dimensi :
- Static View : Semua objek berada pada satu bidang dan gerakan permainan hanya terbatas pada bidang itu saja.
- Side Scrolling View
: Objek-objek dan gambar latar akan terus bergerak ke atas, bawah, kiri
atau kanan sesuai dengan jenis gamenya, dan biasanya gerakan scroll ini
terpaku pada karakter yang kita kendalikan.
Game 3D
Game 3 Dimensi menggunakan objek yang berbeda dengan 2 Dimensi, dimana
objek yang digunakan disini bukanlah gambar vektor ataupun bitmap,
melainkan kesatuan poligon-poligon yang membentuk objek dan biasanya
pada permukaan bentuk tersebut dilapisi dengan kulit yang dibuat
menggunakan gambar, namun gambar ini hanya sebagai pemberi motif pada
objek 3 Dimensi tersebut, tidak dibuat banyak dan dimainkan secara cepat
seperti pada 2 Dimensi. Pembuatan objek 3D ini sendiri juga menggunakan
software khusus misalnya Blender, atau 3DSMAX.
Pergerakan pada 3 Dimensi berbeda dengan 2 Dimensi, disini objek
biasanya diberi bones, yang dapat digunakan untuk menggerak2an objek
atau bagian-bagiannya yang berupa berbagai jenis sendi. Gerakan-gerakan
tersebut direkam pada keyframe, berbeda dengan frame pada 2 Dimensi
dimana keyframe ini diisikan dengan rekaman pergerakan dari bones-bones
pada objek tersebut, sehingga tidak perlu menggambar satu persatu.
Pemodelan pada game 3 Dimensi :
Tipe pemodelan pada game 3 Dimensi biasanya terdiri atas dunia yang
dapat dijelajahi ke segala arah, karakter utama, bangunan, objek-objek
seperti senjata, musuh, permukaan tanah, pohon, bukit, dan sebagainya.
Ada juga game 3 Dimensi dengan tampilan datar (3D Plaine) yang sering
membuat bingung karena model pergerakannya mirip game 2D, hanya pada 2
arah sumbu saja, tapi mereka tidaklah sama. Game seperti ini bukan 2D
tapi tidak juga sepenuhnya 3D meskipun tampilan latarnya memang jelas
3D. Teori grafik seperti ini disebut dengan 2.5D atau pseudo-3D.
Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/2D_computer_graphics
http://en.wikipedia.org/wiki/3D_computer_graphics
Langganan:
Postingan (Atom)