Sabtu, 06 November 2010

Pemuda dan Sosialisasi

   Pemuda adalah generasi penerus dari generasi terdahulu. Anggapan itu merupakan beban moral yang ditanggung bagi pemuda untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan generasi tua. Selain memikul beban tersebut pemuda juga dihadapkan pada persoalan-persoalan seperti kenakalan remaja, ketidakpatuhan pada orang tua/guru, kecanduan narkotika, frustasi, masa depan suram, keterbatasan lapangan kerja dan masalah lainnya. Seringkali pemuda dibenturkan dengan “nilai” yang telah ada jika mereka berkelakuan di luar nilai tersebut.

   Munculnya jurang pemisah antara generasi muda dan generasi tua merupakan akibat dari benturan dua kebudayaan yaitu tradisional dan modern. Dimana budaya tradisional itu dianut oleh generasi tua yang terdahulu dan budaya modern dikembangkan oleh generasi muda yang telah tercium arus globalisasi dengan tujuan untuk mengadakan perubahan-perubahan yang lebih baik dari generasi orang tua. Perkembangan dengan tidak adanya kematangan/kedewasaan mental dan arah yang baik dapat menimbulkan masalah.

   Orang tua mempunyai kebiasaan dalam mendidik anak yaitu dengan menurunkan nilai-nilai budaya dan penerusan kebiasaan mereka. Dewasa ini pemuda seringkali mengambil langkah sendiri dalam menjalani hidupnya tanpa menghiraukan pendidikan yang diberikan orang tuanya. Hal ini dikarenakan adanya anggapan dari pemuda bahwa apa yang diberikan oleh orang tua adalah suatu hal yang kuno. Adanya perbedaan situasi kehidupan dan banyaknya perubahan-perubahan yang terjadi memposisikan pendidikan yang diberikan orang tua sudah ketinggalan jaman, dan mreka merasa lebih mengerti dan tahu bagaimana menjalani hidupnya sendiri.

   Permasalahan ini adalah pemasalahan generasi yang merupakan suatu masalah masyarakat yang di kenal sejak dulu kala. Yang dipermasalahkan adalah nilai-nilai masyarakat. Bagaimana serasi atau kurang serasi hubungan ini akan tampak dalam saat-saat kritis. Dapat dikatakan bahwa masalah antar generasi merupakan suatu masalah modern. Adapun inti pokok adalah bahwa dalam masyarakat sistem tertutup/tradisional, pembinaan dan proses pendewasaan terjadi secara berlanjut dan diawasi oleh kontrol sosial masyarakat.

   Secara klasik masa muda merupakan masa yang paling menyenangkan. Selama ini pemuda merupakan obyek dan bukan subjek bagi pembangunan, membuat mereka hanya sebagai penonton dan penikmat hasil dari pembangunan. Hal ini terjadi karena ketidak percayaangenerasi tua terhadap generasi muda, takut akan terjadi kegagalan dan sikap mengecilkan bukan suatu sikap yang membangun generasi muda menuju ke arah yang lebih baik karena hal itu dapat mengganggu perkembangan mental pemuda. Tidak adanya kesempatan untuk melakukan pembangunan menumbuhkan suatu perasaan yang membosankan dari diri pemuda, sehingga mereka cenderung melakukan perbuatan yang semena-mena.

   Sikap meniru perilaku dari orang lain merupakan proses belajar. Maka lingkungan juga memiliki peran yang cukup besar dalam pertumbuhan setiap orang. Lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah dan lain-lain memiliki porsi yang berbeda dalam membentuk kepribadian anak. Misal seorang anak yang tinggal di lingkungan sekolah pasti memiliki kepribadian yang berbeda dengan anak yang tinggal dilingkungan pasar.

   Setiap individu dalam berinteraksi selalu melibatkan individu lain baik yang berkelompok maupun tidak. Dalam hubugannyaindividu dapat mengubah, memperbaiki bahkan merusak eksistensi suatu kelompok/lingkungan demikian juga sebaliknya. Perilaku yang menyimpang belum tentu karena adanya keinginan dari dalam pemuda itu sendiri melinkan lingkungan yang dibentuk oleh generasi terdahulu juga berpotensi memicu tindakan yang menyimpang oleh pemuda. 

   Jurang pemisah antar golongan akan musnah jika kita memandang semua golongan itu dengan derajat yang sama. Dengan demikian tidak ada pertentangan antara pemuda, orang dewasa, dan anak-anak secara fundamental. Tidak ada generasi yang menganggap dirinya pelindung generasi sekarang atau yang akan datang. Semuanya bertanggung jawab atas kelangsungan hidup generasi sekarang dan yang akan datang. Meskipun ada perbedaan dalam pola pikir, menghayati makna hidup semata-mata disebabkan oleh perbedaan antara kelompok-kelompok yang ada, antara generasi tua dan generasi muda misalnya, terletak pada tingkat dan ruang lingkup tanggung jawabnya masing-masing.

Dikutip dan diedit dari :
   Ahmadi, Abu. 1997. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Virtual Class Universitas Gunadarma

   Virtual class, disebut juga V-class, merupakan fasilitas pengajaran berbasis web, dimana antara dosen dan mahasiswa tidak bertemu secara langsung melainkan melalui unia maya. V class ini berisi materi, soal (per & post test), dan forum diskusi bagi mahasiswa tiap kelas, dan setiap mahasiswa diharuskan untuk mendownload materi dan mengerjakan soal yang sudah disediakan oleh dosen yang bersangkutan sebagai pengganti pertemuan di kelas. Selain itu, didalam v-class  mahasiswa juga dapat berdiskusi dengan dosen yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut masih belum memahami materi yang di berikan oleh sang dosen. Seluruh mahasiswa di Universitas Gunadarma bisa mengikuti V-class ini dengan cara membuka halaman url http://v-class.gunadarma.ac.id, lalu login menggunakan NPW dan password studentsite. Melalui V-class, semua mahasiswa dimanapun yang ada di Indonesia dapat mengikuti kuliah yang diselenggarakan oleh Universitas Gunadarma.

   Kelebihan V-class yaitu mahasiswa tidak harus berada di dalam kelas untuk mendengarkan materi yang diberikan oleh dosen, yang perlu dilakukan mahasiswa cukup hanya melaui internet untuk menperoleh materi dari mata kuliah dosen yang bersangkutan dengan cara mendownload materi yang diberikan oleh dosennya tersebut. Disini juga ada seksi tanya jawab dengan dosen dan juga soal-test yang harus dijawab untuk menambah nilai mahasiswa. V-class juga tidak dibatasi waktu perkuliahan, meskipun kita mau membukanya pada tengah malam sekalipun. Namun meskipun demikian, V-class juga memiliki kekurangan, seperti pertukaran informasi yang kurang maksimal karena mahasiswa tidak secara langsung berdiskusi oleh dosen, selain itu dosen juga tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengikuti kelas tersebut.

   http://v-class.gunadarma.ac.id/

Kamis, 07 Oktober 2010

Anime


Anime, sebuah pelafalan singkatan dalam bahasa Jepang dari animasi, adalah animasi yang berasal dari Jepang. Di luar Jepang, anime juga disebut sebagai animasi Jepang dan sangat terkenal. Awal pembuatan animasi Jepang dimulai dari tahun 1917, dan banyak kartun Jepang yang diproduksi pada dekade berikutnya. Anime pertama yang mencapai kepopuleran yang luas adalah Astro Boy, karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Sekarang anime sudah sangat berkembang jika dibandingkan dengan anime zaman dulu.

Gaya khas anime dikembangkan pada tahun 1960, terutama karya Osamu Tezuka yang membuatnya menjadi sangat dikenal di luar Jepang pada tahun 1980-an. Saat ini anime memiliki grafik yang sudah berkembang sampai alur cerita yang lebih menarik dan seru. Anime biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang.

Anime, seperti manga, memiliki peminat yang besar di Jepang maupun di seluruh dunia. Masyarakat Jepang sangat antusias menonton anime dan membaca manga. Dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka menganggap, anime itu sebagai bagian dari kehidupan mereka, Hal ini yang membuat beberapa televisi kabel yang terkenal akan beberapa film kartunnya

Pembuat anime disebut animator. Para Animator bekerja disebuah perusahaan media untuk memproduksi sebuah anime. Di dalam perusahaan itu, terdapat beberapa animator yang saling bekerja sama untuk menghasilkan sebuah anime yang berkualitas. Tapi sangat disayangkan, gaji dari para animator tersebut kecil jika dibandingkan dengan kerja keras mereka. Hal ini yang membuat para animator enggan untuk bekerja secara professional. Mereka merasa hal itu tidak sebanding dengan usaha yang telah mereka lakukan. Para animator itu sendiri sering disebut Seniman Bayangan. Karena mereka bekerja seperti seorang seniman yang berusaha mengedepankan unsur cerita dan unsur intrinsiknya.

Distributor dapat menyiarkan anime melalui siaran televisi, video, maupun secara online. Anime ada yang dibuat dengan gambar-gambar menggunakan tangan maupun dengan komputer. Cara tersebut digunakan dalam seri televisi, video, video game, iklan, dan yang berbasis internet. Sebagian besar anime memiliki genre fiksi, yaitu tidak berhubungan dengan kejadian atau orang-orang yang ada di dunia nyata. Anime memperoleh popularitas awalnya di Asia Timur dan Asia Tenggara, dan saat ini telah mengumpulkan lebih banyak popularitas baru di Barat

Selasa, 28 September 2010

Touhou

The Touhou  Project (東方Project) is a series of 2D (with 3D background) vertically-scrolling danmaku  shooting games made by Team Shanghai Alice, with three fighting game spinoffs co-produced with Tasogare Frontier. They are similar to regular shooting games, but focus more on weaving through complex patterns containing anywhere from dozens to hundreds of bullets. Every game in the Touhou series is set in the fantasy land of Gensokyo, and the series is known for its huge cast of characters, well-developed storylines, and related materials such as music CDs, fan-made comics and animated videos made to the music.